KESIMPULAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 


PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

                                                                                     Oleh

                                                       123_Sri Rustina Indaryani, M.Pd.

        Tugas Modul 2.1.a.9

Anak lahir dengn keunikannya masing-masing. Sebagai pendidik kita memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara terbaik yang sesuai untuk mereka. Melalui praktek pembelajaran berdiferensiasi murid dapat memaksimalkan potensi mereka dan mereka juga dapat belajar tentang berbagai nilai-nilai kehidupan yang penting.Nilai-nilai tentang indahnya perbedaan, menghargai, makna baru dari kesuksesan, kekuatan diri, kesempatan yang setara, kemerdekaan belajar, dan berbagai nilai penting lainnya yang akan berkontibusi terhadap perkembangan diri mereka secar lebih holistic/utuh. Saya yakin pembelajaran berdiferensiasi ini dapat dilakukan dengan cara-cara yang memungkinkan guru untuk dapat mengelolanya secara efektif.

Pengertian pembelajaran berdiferensiasi adalah : serangkaian keputusan masuk akal  (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid, keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan :

1.    Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. KemudiN JUGA memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka disepanjang prosesnya.

2.    Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya

3.     Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan

4.    Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.

 5.    Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

 

Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi bisa dilakukan dalam kelas ?

Untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi perlu melakukan langkah memetakan kebutuhan belajar murid. Tomlinsom (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Abilty Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek yaitu : 1) Kesiapan belajar. 2) Minat murid, 3) Profil belajar murid.

1). Kesiapan belajar. Tomlison (2001) merancang pembelajaran berdiferensiasi mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Untuk mendapatkan kombinasi suara terbaik biasanya anda akan menggeser-geser tombol equalizer tersebut terlebih dahulu. Tombol-tombol dalam equalizer tersebut mewakili beberapa perspektif kontinum yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesiapan murid. Kita akan membahas 6 dari beberapa contoh perspektif kontinum tersebut, dengan mengadaptasi alat yang di sebut equalizer yang dikenalkan oleh Tomlison : A. Bersifat mendasar-Bersifat transformative. B. Konkrit – abstrak. C. Sederhana – komplek. D. Terstruktur – Open Ended. E. Tergantung (depended) – mandiri (Independen). F. Lambat – cepat.

 2) Minat Murid. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat terlibat aktif    

     dalam proses pembelajaran. Tujuan Mempertimbangkan minat murid dalam merancang   

     pembelajaran yaitu :

* Membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan keinginan mereka 

   sendiri untuk belajar;

• Menunjukkan keterhubungan antara semua pembelajaran;

• Menggunakan keterampilan atau ide yang familiar bagi murid sebagai jembatan untuk  

   mempelajari ide atau keterampilan yang kurang familiar atau baru bagi mereka, dan;

• Meningkatkan motivasi murid untuk belajar.

   Beberapa ide yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan minat   

   diantaranya misalnya:

• Meminta murid untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan pemahaman dengan

   menulis lagu, melakukan pertunjukan atau menari atau bentuk lain sesuai minat mereka.

• Menggunakan teknik Jigsaw dan pembelajaran kooperatif.

• Menggunakan strategi investigasi kelompok berdasarkan minat.

• Membuat kegiatan “sehari di tempat kerja”. Murid diminta mempelajari bagaimana sebuah

   keterampilan tertentu diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Mereka boleh memilih profesi  

   yang sesuai minat mereka.

• Membuat model.

 

3) Profil Belajar Murid

Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor, seperti: bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Menurut Tomlinson (dalam Hockett, 2018) profil belajar murid ini merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll.Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. 

Menurut Tomlinson (2001), ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran seseorang. Berikut ini adalah beberapa yang harus diperhatikan:

• Lingkungan: suhu, tingkat aktivitas, tingkat kebisingan, jumlah cahaya.

• Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.

• Visual: belajar dengan melihat (diagram, power point, catatan, peta, grafik organisator).

• Auditori: belajar dengan mendengar (kuliah, membaca dengan keras, mendengarkan musik).

• Kinestetik: belajar sambil melakukan (bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on,

   dsb).

7 alasan mengapa pembelajaran berdiferensiasi dapat berhasil ?

1.       Pembelajaran Berdiferensiasi adalah bersifat proaktif

2.       Pembelajaran berdiferensiasi lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif

3.       Pembelajaran Berduferensiasi berakar pada penilaian

4.  Pembelajaran berdiferensiasi menggunakan beberapa pendekatan terhadap konten, proses, dan produk.

5.       Pembelajaran berdiferensiasi berpusat pada murid.

6.       Pembelajaran berdiferensiasi merupakan perpaduan dari pembelajaran seluruh kelas, kelompok, dan individual.

7.       Pembelajaran berdiferensiasi bersifat organic dan dinamis.

 

Cenderawasih Burung Irian

Terima Kasih Cukup Sekian

 

 

 

 

 

 

Komentar

  1. Semangat demi kemajuan pendidikan di papua barat.

    BalasHapus
  2. Tetap semangat, demi masa depan kita. Bukan hanya kita sekarang, tapi yang terpenting adalah untuk anak cucu kita, para generasi penerus cita2 bangsa.

    BalasHapus

Posting Komentar